New World High-teen Idol (NWH:I) resmi debut di Korea Selatan tanggal 24 Oktober 2025. Mereka merilis single debut berjudul Like A Flame. Grup ini beranggotakan 7 orang dari 6 negara berbeda, termasuk Via dan Vanesya dari Indonesia. Tapi kenapa publik meminta mereka disband sejak hari pertama?
NWH:I adalah grup terbaru besutan NA Entertainment (NA.ent). Ini bukan agensi baru, karena sudah beberapa kali berganti nama. Sebelumnya mereka memakai nama LPA Entertainment, Namoo Entertainment, dan sejak 2023 menjadi NA Entertainment (NA.ent).
Masalahnya, agensi ini tuh rekam jejaknya antik semua, kecuali Dustin, grup pertama mereka. LPA Entertainment sempat spill grup bernama Angel Rus di salah satu acara Dustin. Tetapi grup ini justru hiatus sebelum debut, dan setelahnya CEO LPA Entertainment diperiksa polisi karena kasus pelecehan.
Bayangin cuy, CEO itu meminta para trainee mengirim foto dengan busana minim padanya jika ingin cepat debut. Tetapi dia tidak dihukum karena argumen kalau foto itu dikirim karena kesepakatan dengan trainee, bukan hasil pemaksaan.
Angel Rus bubar, dan LPA Entertainment rebranding jadi Namoo Entertainment. Mereka bentuk grup baru bernama DE:VA. Diperkenalkanlah DE:VA ini ke beberapa festival. Tapi setelah menghilang lama, DE:VA malah bilang kalau mereka sedang cari agensi baru karena sudah tidak di Namoo Entertainment lagi.
Agensinya nggak menyerah, mereka ganti nama lagi jadi NA Entertainment. Muncul lagi pengumuman kalau akan ada girl group baru namanya NWH:I (baca : Nyu-Hye-I). Karena ada member dari Indonesia, heboh dong netizen Indonesia.
“Lah, ngapain di situ? Yakin nggak mau pindah agensi?”
REKAM JEJAK BERMASALAH
Alasan netizen tidak suka agensi ini bisa dipahami. Mereka punya rekam jejak melecehkan trainee mereka. Tidak dihukum pula karena mengatakan kalau itu memang kesepakatan. Siapa yang bisa menjamin member NWH:I tidak terikat perjanjian yang sama?
NA.ent mengatakan kalau manajemen yang ada sekarang, berbeda dengan manajemen yang berkasus dulu. Tetapi kan kita tidak bisa cek validasinya, karena tidak ada rilis resminya juga isinya siapa. Kalau anakmu, atau saudaramu, jadi trainee di situ, waswas nggak sih?
Mungkin, netizen yang meminta Via dan Vanesya pindah agensi itu juga karena alasan ini menurutku. Mereka sebenarnya mengkhawatirkan keselamatan mereka juga, cara sayang khas fandom idol.
MV YANG BUKAN MV
Ini sebelum urusan MV yang kayak diedit pakai Capcut ya, beberapa post mereka dan poster debutnya itu sudah lebih dulu mencuri perhatian. Beberapa netizen merasa gambar itu diedit menggunakan Picsart. Sesuatu yang tidak wajar untuk sebuah agensi grup K-Pop.
Penggunaan Capcut malah tidak sepenuhnya salah. Beberapa kreator Youtube juga memanfaatkan Capcut karena fiturnya sangat membantu. Hasilnya juga akan bagus kalau bisa memanfaatkannya dengan benar.
Masalahnya justru ada di format MV mereka yang lebih mirip performance video. Sewa 1 studio, pasang kamera dan lighting, membernya menari di situ dan direkam. Ada sih beberapa bagian yang tidak di set itu, tapi sebagian besarnya kan begitu.
Versi remaster malah lebih parah. Mereka menambahkan filter dan efek yang tidak seharusnya dilakukan. Tahu kan kalau orang baru belajar editing, apapun yang dia baru pelajari akan masuk ke foto/video yang dikerjakan?
Nah, MV Like A Flame versi remastered tuh kayak begitu hasilnya.
Tapi keputusan untuk melakukan remaster itu juga ada bagusnya. Setidaknya mereka memperbaiki isu perpaduan musik dan vokal yang buruk. Hasil remaster Like A Flame membuatnya jauh lebih baik.
RESIKO AGENSI UMKM
Saya tidak bisa menyalahkan agensi kecil dengan keuangan terbatas ini. Mereka harus menghemat pengeluaran sebanyak mungkin untuk bertahan. Jadi biasanya agensi kecil begini memanfaatkan sumber daya internal untuk mengurusi konten dan MV. Mungkin saja kebetulan yang di dalam situ masih punya skill issue.
Jadi saran saya, sampaikan saja kritik dengan cara yang benar. Mereka terbukti mau belajar koq, setidaknya musik dan vokal sudah dirapikan di MV versi baru. Bantu mereka belajar untuk memproduksi konten yang lebih baik.
TRAINING KURANG LAMA
Biaya training mahal cuy, dan itu masuk investasi agensi. Kalau ingat status UMKM, dan trauma grupnya bubar sebelum debut, rasanya masuk akal mereka ingin NWH:I segera debut. Perkara belum siap, itu bisa diperbaiki perlahan sambil jalan.
Malah bagus kan, kita bisa melihat perkembangan member NWH:I dari masih mentah sampai nanti matang.
Ekspektasi kita saja yang sepertinya terlalu tinggi. Kita ingin melihat grup K-Pop yang sudah matang saat debut. Itu memang kebiasaan di industri K-Pop, tapi belakangan mulai bergeser, agar fans tumbuh bareng grupnya.
VANESYA SEHARUSNYA DIET
NA.ent sudah klarifikasi mengenai masalah diet ini sebenarnya. Tapi orang Indonesia itu pola makannya agak unik. Jadi saat pindah ke Korea, tubuhnya akan kesulitan menyesuaikan, apalagi kalau harus menjalani diet ketat ala idol K-Pop.
Langkahnya menurut saya sudah benar, bagi jadi 2 tahap. Di tahap pertama, biarkan Vanesya membiasakan diri dulu dengan makanan Korea. Nanti kalau sudah terbiasa, baru diberi diet yang sesuai untuknya. NA.ent mengatakan ingin memprioritaskan masa pertumbuhan Vanesya, dan itu sudah benar.
Tapi, ke depan mungkin NA.ent perlu memberi aktivitas fisik yang sesuai untuk semua membernya, termasuk Vanesya. Pola makan yang masih belum bisa dikendalikan bisa diimbangi dengan pembakaran kalori yang lebih banyak.
Lagi-lagi kita perlu menunggu proses ini berlangsung. Kalau kamu cari Kim VVUP saat debut juga dia gemuk. Tetapi bentuk tubuhnya perlahan menuju normal saat sudah terbiasa hidup sebagai idol di Korea. Kita tunggu saja Vanesya juga mencapai tahap yang sama.
KESIMPULAN
NWH:I dan juga NA.ent masih dalam tahap belajar untuk menjalankan bisnis K-Pop. Mereka tipe yang mau belajar, jadi berikam masukan positif saja dengan cara yang benar. Julidmu tidak akan membawa mereka ke mana-mana, tapi kritikmu membuat mereka menjadi lebih baik.
Dan ingat lagi, NA.ent itu agensi yang kecil beneran. Mereka bukan milik orang kaya gabut seperti EgoENT. Jadi wajar kalau produksi kontennya agak aneh dan seadanya. Seiring berjalannya waktu, monetisasi berjalan dan sponsor masuk, mereka pasti akan berbenah. Minimal merekrut editor yang lebih ahli sih nantinya.
Saya suka nih grup yang tumbuh bersama fansnya begini. Kita jadi bisa melihat perubahan mereka di setiap langkah. Selama mereka terus mau belajar, tidak ada salahnya kita memberi mereka waktu.